TEKS BIOGRAFI

               Kisah Hidup Seorang Yanto            

 

      Yanto dilahirkan di Magelang, pada tanggal 2 April, 1968. Dia adalah anak sulung dari 3 bersaudara, dengan kedua saudaranya seorang laki-laki. Ayahnya bernama Sapar, seorang peternak sekaligus seorang petani. Dalam bertani, biasanya bapak Sapar dibantu oleh istrinya, yaitu ibu Pariyah seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil, Yanto tinggal bersama kedua orang tuanya di desa Surodadi, Candimulyo, Magelang.
       Dahulu, Yanto menimba ilmu di salah satu sekolah yang ada di desanya, yaitu SD Negeri Surodadi 1. Jarak antara sekolah dengan rumahnya cukup jauh, yaitu sekitar 2 km. Setiap hari, Yanto berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Meskipun cukup melelahkan, Yanto tetap menjalaninya dengan sepenuh hati. Dia tidak pernah mengadu kepada orang tuanya tentang apa yang ia rasakan. Sepulang sekolah, biasanya Yanto pergi bermain bersama teman-temannya untuk melepaskan kepenatan pada hari itu.
    Setelah lulus dari SD tempat ia menuntut ilmu, Yanto mendaftarkan diri di SMP Negeri 1 Candimulyo. Ketika itu, Yanto adalah anak yang rajin membantu orang tua. Setiap pagi, sebelum berangkat ke sekolah ia selalu menyempatkan diri untuk menyapu lantai rumahnya. Kadang kala, ia juga membantu ayahnya bertani dan berternak. Pada masa SMP inilah Yanto bertemu dengan seorang gadis yang kini menjadi istrinya, yaitu Narti. Saat itu, Narti adalah adik kelasnya.
       Setelah 3 tahun belajar di SMP Negeri 1 Candimulyo, Yanto berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya di sebuah SMK, karena saat itu dia sangat tertarik dengan dunia pekerjaan yang berbau mesin. Akhirnya, Yanto memutuskan untuk bersekolah di SMK Yudya Karya, Magelang, sesuai dengan saran dari bapaknya. Dia mengambil program studi mekanik umum. Setiap hari, Yanto menuju ke sekolah dengan ditemani sepedanya. Baginya, rasa lelah ketika mengayuh sepeda tidak menjadi hambatan.
     Pada tahun 1989, Yanto menyelesaikan pendidikannya di SMK Yudya Karya. Kemudian, ia bekerja di PT Mekar Armada Jaya, Magelang. Setelah 3 tahun bekerja di sana, Yanto bertemu kembali dengan Narti, adik kelasnya ketika duduk di bangku SMP. Akhirnya, pada tahun 1993 Yanto meminang Narti.
       Pada tahun 1995, mereka dikaruniai anak pertamanya, yaitu Hendy Wahyu Prayogo. Pada saat yang bersamaan, Yanto mengundurkan diri dari tempat ia bekerja. Lalu, ia mendirikan usaha sendiri sebuah bengkel las dan pengecatan mobil. 6 tahun kemudian, lahir anak keduanya, yaitu Indra Dwi Jayanti. 1 tahun setelah kelahiran anaknya yang kedua, Yanto diangkat menjadi staf perangkat desa. Hingga saat ini, Yanto menjadi seorang wiraswasta sekaligus staf perangkat desa.

Komentar

  1. Terima kasih, bagus. Apalagi kalau fotonya tidak hanya satu, misalnya foto bengkel usahanya, kantor tempat kerjanya sekarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini